Home   >   Series   >   Jeany & So’un Mi’un
Jeany & So’un Mi’un

Synopsis

Kalo bicara fase paling indah dalam hidup. menurut saya ketika kita masih anak-anak. ga mikir kerjaan, ga mikir cari duit, ga mikir tagihan dan ga takut dikejar-kejar Debt Collector. Cuma PR matematika yang kadang bikin mumet. 
Seperti cerita 5 sahabat yang berbeda karakter dan berbeda budaya dari berbagai daerah di indonesia yang sekolah dalam satu sekolahan. Perbedaan budaya tidak membuat mereka saling bermusuhan, justru membuat solid persahabatan. 
Mungkin sebagian dari kita Masih ingat dengan cerita So’un, Mi’un, Moceng, Mimi, dan Bety yang tayang beberapa tahun lalu di  Global TV ?
Kelima Bocah yang lucu dan unik. Unik karena masing-masing punya ciri khas yang berbeda, So’un dengan gaya tengil, sok gede, sering usil ngerjain temen-temennya. Tapi anehnya nggak bisa sebel sama dia, karena dia selalu ceria, rame. So'un tinggal bersama papi maminya. Mami So'un adalah "ortega" orang Tegal asli yang logat bicaranya ngapak-ngapak. Sedangkan Papi So'un adalah seorang pilot. Papi So'un ini paling geli dengan Mi'un ketika Mi'un nanya ke papi So'un pada sat libur kerja, pesawatnya diparkir dimana? So'un ini beda karakter dengan Mi’un. Sohib dekat So’un ini lebih dikenal dengan telmi-nya, alias telat mikir. Rambutnya aja yang jigrak kearah atas beberapa lembar diubun-ubunnya, tapi otaknya cenderung kearah bawah. Karena polosnya, nggak cuma sering bikin kesel keempat temannya yang lain, tapi juga ibunya, Mak Sangit. Setiap kali disuruh, selalu salah. Disuruh sepuluh kali, yang gagal enam, yang empat lagi, keliru. Mak Sangit jadi gregetan sama anak satu-satunya ini. Begitu juga gurunya. Ibu Tutu ibu guru  yang selalu di bikin kesal namun sayang sama anak-anak ini statusnya masih jomblo alias belum punya suami apalagi anak, itu yang membuat Ibu Tuti sayang sama anak-anak. Meskipun setiap kali ada PR, ataupun pertanyaan di kelas, selalu saja, Mi’un bikin Ibu guru Tuti stress. Jarang sekali yang bener. Sekalinya bener, yang lain pada nggak masuk sekolah karena hari minggu libur, eh, si Mi’un malah masuk, kerajinan. Tapi itulah si Mi’un. Polosnya mentok, o’onnya juara. Mungkin memang menurun dari Mak Sangit. Karena setiap kali Pak Guru Tompel panggil ke sekolah, untuk mengadukan apa kesalahan Mi’un, malah mereka, Mi’un dan Emaknya, bikin bu Guru makin stress.
Kalo Mimi, si cantik yang sering dilirik So’un ini cenderung bener. Baik dan murah senyum. Cuman senyumnya bisa mendadak hilang dari sudut bibirnya kalo si So’un sudah muncul dengan gaya over pedenya buat menarik perhatiannya. Disekolah dia sering ranking pertama, bergantian sama Moceng satu-satunya sodara kita Tionghoa, Anaknya ramah dan solider. Ini yang sering dimanfaatkan So’un dan Mi’un. Saat ada PR ataupun tugas di kelas, Moceng yang ditarik untuk membantu mereka. Tapi sial buat So’un dan Mi’un setiap kali mencontek, entah PR atau lagi ulangan. Pasti ketahuan oleh Pak Gondo. Akibatnya mereka sering sekali dihukum. 
Pak Gondo ini adalah guru yang sering dibikin pusing oleh tingkah laku Mi'un dan Emak Sangit. Pak Gondo sering harus manggil Mak Sangit ke sekolahan karena kelakuan Mi'un.
Nah, satu lagi, si hitam dari Maluku. Betty. Cewek sahabat dekat Mimi ini juga unik. Selain cara ngomongnya yang berlogat ambon, tapi dia juga lucu dan ngegemesin. Bicaranya ceplas-ceplos dan kadang-kadang centil. Mimi yang sering sekali kecut melihat tingkah Bety.

Photo Gallery

Catch Up Episodes

  • DIRECTOR
    Cuk FK
  • WRITER
    Team Cuk FK
  • PRODUCER
    Didi Ardiansyah
ADS